membaca tipe diri sendiri atau orang lain ?, hal yang menarik bukan ?, kita bisa tahu bagaimana orang tersebut bahkan bagaimana diri kita.
kata dosen publik speakingku, "setiap manusia memang bertopeng, tidak ada manusia yang tidak bertopeng, karena kita memang perlu bertopeng." saya mengartikan ini bahwa manusia harus bisa menempatkan dirinya masing-masing di berbagai situasi.
wauuw mata kuliah satu ini diawal - awal sudah menarik perhatian saya, saya beranggapan dengan mengetahui bagaimana diri kita, itu akan memacu saya untuk bisa jauh lebih baik, dan malah tidak menjadikannya sebagai acuan, kalau kita menjadikannya sebagai acuan, waaah bisa gawat itu, bisa-bisa apanila kita ingin mengerjakan suatu hal akan pesimis atau bahkan terlalu PD, segala sasuatu yang berlandaskan rasa berlebih kan hukumnya haram, makan saya kita tidak boleh kekenyangan, bahkan Rasullulloh SAW hanya makan ketika beliau benar-benar lapar, dan menyudahinya sebelum beliau kekeyangan, jadi seperti itulah rasa yang harus kita miliki terhadap suatu hal, bukan berarti tidak maksimal mengerjakannya, namun membatasi kita agar tidak melulu dilandasi rasa terlalu PD dan Puas, atau terlalu beranggapan saya sangat bisa, bukankah itu tidak baik?, ataupun beranggapan kita sama sekali tidak akan bisa melakukan pekerjaan itu atau kita tidak mungkin meraih cita-cita itu, bukankah itu beranggapan bahwa kita tidak mempercayai betapa Maha Kuasa Allah ?..
kalau menurut anggapan saya, setiap pekerjaan kita pasti bisa namun Allah lah yang berkehendak bagaimana hasilnya, karena segala sesuatu yang kita kerjakan penilaian yang sebenarnya adalah di tangan Allah, lebih baik mengharapkan nilai dari Allah ketimbang manusia, karena Allah tidak akan membuat hambanya sakit hati dan kecewa selagi hambanya tersebut berusaha dan berdo'a.
yaaah walaupun itu terkadang sulit diterapkan, tapi apa salahnya kalau kita mencoba untuk menjadi hamba yang selalu syukur, yang selalu dekat dengan Allah, dan selalu ingat Allah.
jadi, apapun penilaian yang diberikan manusia terhadap kita jadilkan itu semua sebagai pacuan untuk lebih baik, bukan acuan, karena itu bisa menjadi belenggu kita untuk mengerjakan sesuatu. toh yang paling hebat menilai adalah Allah, so tetap lakukan yang terbaik dengan tetap berada di jalur Allah.
-tipe 1 yang menjorok ke tipe 4- :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar