Minggu, 18 November 2012

Maknai sesuka hatimu

Bawa Aku Lari

kubisikan pada angin semilir
kudendangkan dalam hati paling kecil
sempit sudah paru-paru mendampingi
lelah sudah jantung memahami

ku injakkan kaki di ladangmu
kupikir sudah usang kakiku disana
namun tak suntuk juga aku menunggu
hingga jemariku rapuh

kuselipkan diretina mataku warna senyumu
tak ada yang hilang disana
hitam hijau merah biru tidak ada yang redup
semakin ku simpan warna itu menancap jauh hingga mengakar
syaraf, pembuluh darah, hingga detak jantungku tertancap rapat

kau mengangkat kaki ketika kakiku sudah kaku
kau berjalan ketika aku berusaha melemaskannya
kau berlari ketika aku sudah sedikit menggerakan
kau kencang berlari ketika aku sudah tak ingin mengangkat kaki
hanya terdiam sangat lama...
rumput coklat
langit hitam
angin badai
tanpa bintang
warna sejati mereka telah kusimpan
ambil warna itu seperti dulu lalu tendang lututku dan berlari bersama kembali.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar